Thursday, March 21, 2013

Kalau


Siapa ingat sajak 'If'? Kalau korang ingat, jerit "yeayyy". Itu bermakna korang adalah perwira SPM zaman sebelum 2010, sama seperti aku. Bebudak SPM 2011 dah tak jawab sastera Inggeris berdasarkan sajak 'If'. They'ols belajar silibus baru. Ah, tak menarik. 

Sajak 'If' karya Rudyard Kipling bagi aku adalah antara yang terbaik yang pernah aku baca selain mahakarya William Shakespeare, 'Sonnet 18'. Aku tak ingat aku pernah buat tak rebiu tentang sajak 'If' ni. Aku tak peduli. Kalau belum pernah, ini rebiu pertama. Kalau pernah pulak, ini rebiu lebih matang dari seorang Lelaki Dari Marikh.

Banyak pengajaran diberi dari rangkap ke rangkap. Bukan mudah untuk menjadi seorang manusia dewasa. Apakah??

Meh kita bedah rangkap demi rangkap. 

If you can keep your head when all about you
Are losing theirs and blaming it on you;
If you can trust yourself when all men doubt you,
But make allowance for their doubting too:
If you can wait and not be tired by waiting,
Or, being lied about, don't deal in lies,
Or being hated don't give way to hating,
And yet don't look too good, nor talk too wise;

Kita perlu bertenang walaupun dipersalahkan. Kita perlu yakin dengan diri sendiri ketika orang lain meragui. Tetapi beri ruang untuk tahu kenapa mereka meragui. Kita mesti bisa menanti dan tidak lelah dalam penantian. Kita juga jangan terlibat dalam penipuan walaupun pernah ditipu. Jangan beri peluang kepada hati untuk membenci walaupun kita membenci. Jangan nampak terlalu bagus, atau bercakap terlalu hebat (sembang kemas). Ingatlah, yang terlalu itu membawa muak.

If you can dream---and not make dreams your master
If you can think---and not make thoughts your aim;
If you can meet with Triumph and Disaster
And treat those two impostors just the same:
If you can bear to hear the truth you've spoken
Twisted by knaves to make a trap for fools,
Or watch the things you gave your life to, broken,
And stoop and build'em up with worn-out tools;

Kita boleh bermimpi tapi jangan biarkan mimpi menguasai diri. Kita boleh berfikir tapi jangan jadikan angan-angan itu hala tuju. Kita perlu berhadapan dengan kejayaan dan bencana dengan ketenangan yang sama. Kita perlu bersedia untuk melihat kebenaran yang kita bawa diputarbelitkan untuk memerangkap orang bodoh. Kita harus bisa berdepan dengan kehancuran sesuatu yang kita korbankan apa saja untuknya, dan bina semula dengan kesabaran yang tak pernah pudar.

If you can make one heap of all your winnings
And risk it on one turn of pitch-and-toss,
And lose, and start again at your beginnings,
And never breathe a word about your loss:
If you can force your heart and nerve and sinew
To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
Except the Will which says to them: "Hold on!"

Kita mesti berani ambil risiko, mempertaruhkan segalanya yang kita ada untuk dikecewakan. Kita mesti berani bangkit semula, bermula dari bawah, dan tidak mengeluh sedikit pun. Kita harus mengerah kudrat dan bertahan walaupun tiada apa-apa dalam diri melainkan KEINGINAN yang berkata, "Bertahanlah.."

If you can talk with crowds and keep your virtue,
Or walk with Kings---nor lose the common touch,
If neither foes nor loving friends can hurt you,
If all men count with you, but none too much:
If you can fill the unforgiving minute
With sixty seconds' worth of distance run,
Yours is the Earth and everything that's in it,
And---which is more---you'll be a Man, my son!

Kita harus bisa bercakap dengan khalayak ramai dengan akhlak mulia, dan berjalan di sebelah raja tanpa hilang nilai murni. Jangan biarkan musuh atau rakan menyakiti, dan kita perlu boleh diharapkan tapi tidak terlalu tinggi. Kita perlu mengisi satu minit yang tak termaafkan, dengan enam puluh saat bernilai seluruh perjalanan. Barulah dunia dan isinya menjadi milik kita. Dan lebih penting, kita baru layak bergelar manusia DEWASA.

Maaf lar bro Rudyard. Saya buat terjemahan literal saja. Nak tafsir bro punya sajak memang tak dapat lawan keindahan rima bahasanya. Memang ummpphh. Serius ni bro. This is one of the best poems i've ever read and i would remember this forever.



No comments:

Copyright © 2011, Segalanya Di Sini Adalah Hak Milik Muhammad Nazif